Modul
Bahan Materi dan Soal UN Bahasa Indonesia
Kelas
12
Materi SKL 1.1.
Menentukan gagasan pokok, simpulan, makna istilah, kalimat penjelas, pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf
|
Paragraf
Paragraf
merupakan bagian suatu tulisan yang terdiri atas kumpulan kalimat secara padu
yang memiliki satu ide pikiran.
Fungsi
utama paragraf adalah menandai awal gagasan baru. Suatu kumpulan kalimat
dikatakan paragraf apabila kalimat tersebut memiliki kesatuan, kelengkapan,
koherensi, dan urutan pikiran yang runtut dengan kalimat lainnya.
Unsur – Unsur Paragraf
Setiap paragraf mengandung gagasan pokok, kalimat utama, dan kalimat penjelas. Gagasan pokok merupakan gagasan yang
mendasari terbentuknya sebuah wacana. Gagasan pokok disebut juga gagasan utama
atau ide pokok. Gagasan pokok terletak
di awal, akhir, awal dan akhir, atau di seluruh paragraf.
Paragraf yang memiliki gagasan pokok di awal paragraf
disebut paragraf deduktif. Paragraf
yang memiliki gagasan pokok di akhir paragraf disebut paragraf induktif. Paragraf yang memiliki gagasan pokok di awal dan
akhir paragraf disebut paragraf campuran.
Paragraf yang memiliki gagasan pokok di seluruh paragraf disebut paragraf narasi.
Kerangka Paragraf
Kerangka
paragraf terdiri atas :
Gagasan
utama merupakan ide, pokok. Pikiran yang menjadi dasarpengembangan paragraf.
Gagasan utama biasanya berupa kalimat yang merangkum seluruh isi kalimat-
kalimat lain dalam sebuah paragraf;
Gagasan
penjelas merupakan gagasan-gagasan yang menjelaskan gagasan utama.Gagasan
penjelas biasanya menjelaskan kalimat utama.
Macam-Macam Paragraf
-
Berdasarkan Tujuannya
1. Paragraf deskriptif merupakan paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan tujuan
pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan
dalam paragraf tersebut.Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang, benda,
atau tempat.
2. Paragraf narasi merupakan paragraf yangmenceritakan suatu kejadian yang bertujuan
agar pembaca seolah-olah mengalami
kejadian yang diceritakan.
3. Paragraf argumentasi merupakan c. paragraf yang mengemukakan suatu
pendapat beserta alasannya.Paragraf ini
bertujuan agar pembaca mempercayai kebenaran yang diungkapkan oleh penulis.
4. Paragraf eksposisi merupakan
paragraf yang menginformasikan suatu
teori, teknik,kiat,atau petunjuk dengan tujuan pembaca dapat menambah wawasan.
5. Paragraf persuasi merupakan paragraf
yang mengajak, membujuk, atau memengaruhi pembaca dengan tujuan pembaca
mengikuti pendapat penulis.
Berdasarkan letak gagasan utama
-
Paragraf deduktif merupakan paragraf
yang gagasan utamanya terletak pada awal paragraf kemudian diikuti oleh kalimat
penjelas.
-
Paragraf induktif adalah paragraf yang
letak gagasan utamanya terletak di akhir paragraf.
Ada
beberapa jenis paragraf induktif,
antara lain:
1)
Paragraf analogi merupakan bentuk penyusunan paragraf yang berisi perbandingan
dua hal yang memiliki sifat sama.
2)
Paragraf generalisasi merupakan bentuk
penyusunan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan
kesimpulan yang bersifat umum.
3)
Paragraf kausal merupakan bentuk
penyusunan paragraf yang menggambarkan hubungan ketergantungan antara dua
kalimat atau lebih dimana suatu akibat akan terjadi jika ada sebab.
4)
Paragraf campuran adalah paragrafc. yang gagasan utamanya tersebar pada seluruh
kalimat atau gagasan utamanya terletak di akhir dan awal kalimat.
Gagasan pokok dalam suatu paragraf terletak dalam
kalimat utama. Kalimat utama didukung oleh beberapa kalimat penjelas. Kalimat penjelas dalam sebuah paragraf memiliki
kesatuan yang utuh dan memiliki susunan yang runtut.
Selain menentukan isi paragraf, Anda dapat menentukan
simpulan paragraf.
Simpulan adalah sesuatu yang disimpulkan atau pendapat terakhir
berdasarkan uraian sebelumnya. Simpulan dapat diketahui berdasarkan letak
gagasan pokok. Simpulan harus sesuai dengan isi paragraf.Untuk
merumuskannya, kita harus memperhatikan hubungan logis antara kalimat-kalimat
yang satu dengan kalimat yang lainnya. Kesimpulan harus menggambarkan
keseluruhan isi pembahasan.
Contoh soal
1. Perhatikan
paragraf berikut!
Masih banyak guru yang belum
mengetahui adanya buku pelajaran digital. Padahal, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan sudah menyiapkan 49 judul buku digital kecil di internet. Walaupun
program tersebut sangat bermanfaat dan menguntungkan murid dan orang tua, guru
belum sepenuhnya memahami cara memperolehnya. Di samping itu, banyak guru belum
mengenal buku digital yang diakses dari internet sehingga mereka juga harus
dibekali pengetahuan tentang internet.
Gagasan pokok paragraf tersebut adalah
...
A. Empat puluh sembilan judul buku
digital.
B. Kemungkinan penggunaan buku
digital.
C. Buku pelajaran digital di
internet.
D. Keuntungan program buku digital.
E. Pengetahuan guru tentang buku
digital.
2. Judul yang
sesuai untuk tema tentang kerusakan hutan adalah …
A.
Kebakaran hutan
B.
Hutan yang hijau
C.
Pemanfaatan hutan
D.
Hutan Heterogen
E.
Manfaat hutan Bakau
Bacalah
paragraf berikut dengan cermat!
Mobil
matik banyak digemari warga yang hidup di kota besar. Mereka memilih mobil
matik karena kemacetan lalu lintas di kota besar sangat luar biasa.
Mengendarai mobil matik pada saat arus lalu lintas macet jelas lebih nyaman
dibandingkan dengan kendaraan yang bertransmisi manual.
|
Gagasan
pokok paragraf di atas adalah …
A. Mobil
bertransmisi manual lebih disukai warga desa.
B. Setiap hari arus lalu lintas di kota besar
macet.
C. Warga lebih menyukai mobil matik daripada
mobil yang lain.
D. Arus lalu lintas di kota besar selalu macet
setiap hari.
E. Mobil matik banyak digemari warga kota
besar.
4. Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Memilih
sekolah untuk anak bukan perkara mudah bagi orang tua. Semua perlu dipikirkan
mulai dari biaya, lokasi, kurikulum, tenaga pengajar, hingga ke hal-hal kecil
yang menyangkut kebutuhan siswa. Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan
untuk mengumpulkan informasi tentang pendidikan adalah melalui pameran yang diselenggarakan oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
|
Simpulan isi paragraf yang tepat adalah ...
A. Biaya,
kurikulum, dan hal-hal kecil perlu dipikirkan.
B. Pameran
pendidikan sering dilaksanakan Kemendikbud.
C. Pameran
pendidikan merupakan tempat mencari informasi.
D. Kecermatan
diperlukan dalam memilih sekolah untuk anak.
E. Pameran
pendidikan mempermudah orang tua dalam mendidik
anak.
5.
Cermatilah paragraf berikut!
|
Makna kata rekonsiliasi dan mengeksploitasi
pada paragraf di atas adalah ....
A. perbuatan
memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula; mendayagunakan
B. pengembalian
kondisi seperti sebelumnya; mengeruk kekayaan alam
C. pembangunan
kembali infrastruktur; memberdayakan sumber daya alam
D. perbaikan
hubungan antarnegara; menguras sumber daya alam
E. perbaikan
hubungan persaudaraan; menghabiskan dana negara.
6.
Bacalah paragraf berikut dengan cermat!
(1)
Bahasa bukan sekadar alat komunikasi,
bahasa itu bersistem.(2) Oleh karena itu berbahasa bukan sekadar
berkomunikasi melainkan menaati kaidah yang berlaku.(3) …. (4) Kaidah bahasa
yang tersirat berupa intuisi penutur bahasa.(5) Kaidah bahasa yang tersurat
adalah aturan bahasa yang dituangkan secara tertulis seperti buku-buku tata
bahasa, kamus, dan berbagai pedoman.
|
Kalimat penjelas yang tepat untuk mengisi
bagian rumpang dalam paragraf di atas adalah …
A. Kaidah
bahasa berisi tentang kebahasaan.
B. Kaidah
bahasa menjadi rujukan dalam berkomunikasi.
C. Kaidah
bahasa ada yang tersirat dan ada yang tersurat.
D. Kaidah
bahasa harus dipahami oleh pengguna bahasa.
E. Kaidah
bahasa merupakan pedoman dalam berbahasa.
7. Bacalah paragraf di bawah ini dengan saksama!
Kegiatan
penghijauan terus dilakukan. Sepanjang lorong sekolah di lantai satu,dua,
tiga dan empat penuh pot berisi tanaman hias. Pohon cemara, ekor tupai,
pisang-pisangan, dan beragam tanaman lain menyemarakkan taman sekolah mulai
pintu gerbang hingga halaman belakang.
Seluruh warga sekolah berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan tersebut.
|
Pernyataan
yang sesuai dengan paragraf di atas
ialah ...
A. Penghijauan hanya dilakukan di lorong sekolah.
B.
Pohon cemara dan pisang-pisangan ditanam
di pot lorong sekolah.
C.
Sepanjang lorong sekolah berisi tanaman
hias dalam pot.
D.
Penghijauan dibebankan kepada peserta
didik baru.
E.
Perawatan taman dibebankan kepada
karyawan sekolah.
Sukses
adalah segitiga yang harmoni ketiga sisinya adalah kreatif, iptek, dan nilai-
nilai. Persoalannya adalah bagaimana anak mampu sekolah sehingga memiliki ilmu
pengetahuan dan teknologi tinggi, dan bagaimana agar anak-anak mempunyai nilai
yang baik. agar masalah dalam kehidupan ini terselesaikan dengan baik, hanya
ada satu alat yang ampuh yaitu disiplin.
8.
Ide pokok gagasan di
atas adalah ....
A.
Meraih sukses dalam
kehidupan asli Indonesia.
B.
Disiplin menjadi solusi
dalam kehidupan.
C.
Pentingnya kreatif,
iptek, dan nilai dalam negeri.
D.
Disiplin merupakan
harmoni dari ketiga sisinya.
E.
Disiplin alat ampuh
untuk kehidupan.
Di
halaman rumah, rumput apa yang Anda tanam ? Rumput memang penutup tanah yang
paling cantik dan ideal. Meski ada tanaman penggantinya, sebangsa tanaman semak
macam kucai dan sutera Bombay, rumput tetap tak tergusur sebagai pilihan
terfavorit.
9.
Topik paragraf di atas
adalah …
A. Penutup tanah
B.
Rumput
C.
Tanaman Pengganti
D.
Rumput tak tergusur
E.
Pilihan favorit
Suatu
daerah menerapkan peraturan yang ketat dalam segi ketertiban warganya,
kebersihannya, kesehatannya, kerapiannya, pembangunannya, dan unsur lainnya.
Dengan tindakan ini, daerah tersebut akan mendapat Adipura Kencana. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan Adipura Kencana perlu adanya
ketertiban di segala bidang.
10.
Berdasarkan letak
pikiran utamanya, paragraf di atas tergolong paragraf….
A. induktif
B.
deduktif
C. campuran
D. narasi
E.
deduktif-induktif
Materi SKL 1.2. Menentukan
jenis laporan
|
Jenis Laporan
Laporan ialah karya tulis ilmiah
yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara
struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan. Hal yang
ditulis dalam laporan sama dengan peristiwa yang terjadi atau dialami. Laporan
dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan sifat, bentuk, dan kegiatan
Berdasarkan sifatnya, laporan
dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.
1. Laporan formal merupakan laporan
yang memenuhi ciri-ciri formal sebuah buku, seperti judul, pengesahan, moto,
persembahan, kata pengantar, daftar isi, abstrak, pendahuluan, isi, penutup,
daftar pustaka, dan indeks. Laporan formal menggunakan bahasa Indonesia yang
resmi.
2. Laporan semiformal merupakan laporan
yang bentuknya mirip laporan formal, tetapi unsur-unsurnya tidak selengkap
laporan formal. Laporan semiformal menggunakan bahasa Indonesia yang
resmi.
3. Laporan nonformal merupakan laporan
yang tidak memuat unsur-unsur laporan formal. Laporan nonformal berbentuk
paparan atau cerita. Bahasa yang digunakan dalam laporan nonformal adalah
bahasa Indonesia resmi atau baku.
Berdasarkan bentuknya, laporan
dibedakan menjadi enam jenis sebagai berikut.
1.
Laporan berbentuk formulir isian
2.
Laporan berbentuk surat
3.
Laporan berbentuk memo
4. Laporan berbentuk paparan, uraian,
atau cerita
5. Laporan berbentuk naskah
6. Laporan berbentuk buku
Berdasarkan kegiatannya, laporan
dibedakan menjadi tujuh jenis sebagai berikut.
1.
Laporan kegiatan
2. Laporan penelitian
3. Laporan hasil wawancara
4. Laporan hasil kunjungan
5. Laporan perjalanan
6. Laporan hasil diskusi
7. Laporan hasil menelaah buku
8. Laporan hasil pengamatan
Uraian lengkap
Pengertian laporan
Laporan mempunyai peranan yang
penting pada suatu organisasi karena dalam suatu organisasi dimana hubungan
antara atasan dan bawahan merupakan bagian dari keberhasilan organisasi
tersebut. Dengan adanya hubungan antara perseorangan dalam suatu organisasi baik
yang berupa hubungan antara atasan dan bawahan, ataupun antara sesama karyawan
yang terjalin baik maka akan bisa mewujudkan suatu sistem delegation of
authority dan pertanggungjawaban akan terlaksana secara effektif dan efisien
dalam organisasi.
Pengertian laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan.
Dalam pembuatan suatu laporan formal, bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. Bahasa yang baik tidak berarti bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan, melainkan dari segi sintaksis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan kalimat lain. Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari, kecuali penggunaan kata ”kami” bila yang menyampaikan laporan adalah suatu badan atau suatu tugas.
Pengertian laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan.
Dalam pembuatan suatu laporan formal, bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. Bahasa yang baik tidak berarti bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan, melainkan dari segi sintaksis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan kalimat lain. Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari, kecuali penggunaan kata ”kami” bila yang menyampaikan laporan adalah suatu badan atau suatu tugas.
B.Jenis Laporan
Laporan dapat digolongkan menurut :
1. Maksud pelaporan
Laporan dapat digolongkan menurut :
1. Maksud pelaporan
- Laporan informativ, yaitu laporan yang dimaksudkan
untuk memberi informasi dan bukan dimaksudkan untuk memberi analisis atau
rekomendasi. Titik pentingnya adalah pemberian informasi yang akurat dan
terinci.
- Laporan rekomendasi, yaitu laporan yang di samping
memberikan informasi juga menyertakan pendapat si pelapor, dengan maksud
memberikan rekomendsasi (usul yang tidak mengikat). Meski demikian akurasi
dan rincian informasi tetap diperlukan supaya rekomendasi yang diberikan
juga meyakinkan.
- Laporan analitis, yaitu laporan yang memuat sumbangan
pikiran si pelapor, bisa berupa pendapat atau saran, setelah melalui
analitis yang matang dan mendalam. Kebanyakan laporan akademis berada pada
kategori ini.
- Laporan Pertanggungjawaban, di mana si pelapor memberi
gambaran tentang pekerjaan yang sedang dilaksanakan (Progress report) atau
sudah dilaksanakan (bersifat evaluatif).
- Laporan Kelayakan (feasibility report). Pelapor
menganalisis suatu situasi atau masalah secara mendalam untuk menuju
penilaian yang bersifat pilihan: layak atau tidak. Berbagai alternative
dinanalisis, kemudian ditentukan mana yang lebih baik.
2. Bentuk Laporan
- Laporan berbentuk Memo; Biasanya laporan pendek yang
memuat hal – hal pokok saja, dan beredar di kalangan intern organisasi.
- Laporan berbentuk Surat; Isinya lebih panjang daripada
laporan yang berbentuk memo, sekitar tiga lembar folio. Bisa ditujukan ke
luar organisasi.
- Laporan berbentuk naskah; Laporan ini bisa panjang atau
pendek. Bila panjang dibuat dalam format buku, dan dalam penyampaiannya
mutlak diperlukan surat atau memo pengantar.
- Laporan berbentuk Campuran; Laporan ini tidak lain
gabungan antara bentuk naskah dengan memo atau surat. Dibuat begini karena
isinya cukup kompleks sehingga harus dipadukan dengan bentuk naskah agar
pengkodean bagian – baiannya lebih mudah dilakukan.
- Laporan berbentuk formulir.
- Laporan berbentuk buku.
3. Waktu Penyampaian
- Laporan Insidental; Laporan ini tidak disampaikan
secara rutin, hanya sekali- sekali saja dalam rangka suatu kegiatan yang
tidak terjadwal tetap.
- Laporan Periodik; Ditulis dalam suatu periode tertentu
dan dinamai sesuai periodenya pula. Contoh: Laporan harian, Mingguan,
Bulanan dan seterusnya.
Jenis-jenis
Laporan lainnya
a. Laporan Berdasarkan Sarana Pengungkapan
Berdasarkan sarana
pengungkapannya, laporan dibagi menjadi dua jenis, yaitu laporan lisan dan
laporan tulisan
1.
Laporan Lisan
Laporan Lisan biasa
dilakukan untuk suatu keadaan darurat yang harus segera diketahui oleh pimpinan
atau pemberi tugas.
Laporan lisan juga biasa dilakukan untuk metaporkan suatu kegiatan, seperti pidato ketua panitia.
Laporan lisan juga biasa dilakukan untuk metaporkan suatu kegiatan, seperti pidato ketua panitia.
2.
Laporan Tertulis
Laporan tertulis
biasanya dibuat secara finai dan ditujukan kepada atasan mengenai pelaksanaan
tugas dan hasil-hasil yang dicapai. Laporan tertulis biasanya diketik di atas
kertas HVS kuarto dan di beri sampul, lalu dibuat beberapa rangkap. Ada Janis
laporan tertulis yang biasanya dipergunakan, terutama di dunia ilmiah atau
perguruan tinggi, yaitu laporan hash] penelitian.
b. Laporan Berdasarkan Pengertian
Ada tiga macarn
laporan yang ditulis berdasarkan pengertian yang objektif,
1.
Laporan Data
Laporan data
bertujuan memberitahukan informasi. Laporan Janis ini dapat berisi masalah
proyek atau mengenai operasi rutin. Pada waktu menulis data laporan, tanyakan
kepada sendiri, informasi apa yang diberikan dan bagairnana cara mendapatkannya
secara efektif Bentuk laporan data yang paling tepat berupa label, Ada dua
macann penggolongan laporan data yaitu, laporan informatif dan laporan riset_
2.
Laporan Analitik
Tipe pelaporan ini
tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menafsirkan data sebaik mungkin.
Suatu laporan analitis masih memberitahukan informasi, tetapi interpretasi yang
diberikan sama pentingnya dengan fakta yang mash mentah. Analisis haws
dilakukan dengan hati-hati. Kesimpulan harus ditekankan, tidak disembunyikan
dalam teks.
3.
Laporan Rekomendasi
Laporan rekomendasi difokuskan pada aksi. Sasaran dalam penulisan adalah
memberikan nasihat kepada seseorang untukberbuat sesuatu. Dalam setiap kasus, rekomendasi dipusatkan pada suatu fakta, analisis, dan penafsiran dengan suatu cara yang mendukung rekomendasi.
c. Laporan Berdasarkan Periode
Laporan berdasarkan
periode dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu laporan berkala, laporan insidental,
dan laporan statistik.
1.
Laporan berkala
Laporan berkala
merupakan pertanggungjawaban yang bersifat rutin dan dibuat berkala, dua kali
dalam satu tahun anggaran. Laporan pertanggungjawaban petaksanaan rencana dan
program selama satu semester (April sampai dengan September) disebut dengan
laporan tengah tahunan, yang harus sudah disampaikan kepada pimpinan
selambat-lambatnya pada tanggal 30 Oktober tahun anggaran. Sementara itu,
laporan pertanggungjawaban peiaksanaan rencana dan program selama satu tahun
(April sampai dengan Maret tahun berikut) disebut dengan laporan tahunan, yang
paling lambat sudah harus disampaikan kepada pimpinan pada tanggal 30 April
tahun anggaran.
Sistem pelaporan tengah tahunan dan tahunan ini merupakan prinsip pelaksanaan fungsi manajernen kontrol. Laporan tengah tahunan berfungsi sebagai alat pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan rencana dan program yang sedang berlangsung_ Melalui laporan ini, arah dan pelaksanaan kegiatan dapat dikendalikan oleh pirnpinan yang terus-menerus merniliki kewajiban melakukan pengawasan melekat. Laporan tengah tahunan memberi petunjuk kepada pimpinan rnengenai perlu tidaknya suatu rencana dikaji kembali dan disempurnakan, Selain itu, melalui laporan tengah tahunan, pimpinan juga dapat memperkirakan pencapaian atau perolehan tujuan.
Sementara ftur laporan tahunan memiliki fungsi sebagai Mat penilaian akhir terhadap hasil pelaksanaan rencana dan program rutin, serta pembangunan tahunan. Setiap akhir tahun
anggaran, pimpinan memiliki kewajiban melakukan pengawasan dan penilaian akhir. Caranya dengan melakukan perbandingan antara hasil dan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dalam rangka mencapai sasaran fisik dan fungsional.
Sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan rencana dan pro-gram rutin, dan pembangunan, laporan tengah tahunan dan laporan tahunan harus memberikan informasi mengenai hal-hal berikut.
Sistem pelaporan tengah tahunan dan tahunan ini merupakan prinsip pelaksanaan fungsi manajernen kontrol. Laporan tengah tahunan berfungsi sebagai alat pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan rencana dan program yang sedang berlangsung_ Melalui laporan ini, arah dan pelaksanaan kegiatan dapat dikendalikan oleh pirnpinan yang terus-menerus merniliki kewajiban melakukan pengawasan melekat. Laporan tengah tahunan memberi petunjuk kepada pimpinan rnengenai perlu tidaknya suatu rencana dikaji kembali dan disempurnakan, Selain itu, melalui laporan tengah tahunan, pimpinan juga dapat memperkirakan pencapaian atau perolehan tujuan.
Sementara ftur laporan tahunan memiliki fungsi sebagai Mat penilaian akhir terhadap hasil pelaksanaan rencana dan program rutin, serta pembangunan tahunan. Setiap akhir tahun
anggaran, pimpinan memiliki kewajiban melakukan pengawasan dan penilaian akhir. Caranya dengan melakukan perbandingan antara hasil dan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dalam rangka mencapai sasaran fisik dan fungsional.
Sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan rencana dan pro-gram rutin, dan pembangunan, laporan tengah tahunan dan laporan tahunan harus memberikan informasi mengenai hal-hal berikut.
- Hasil-hasil
yang telah dicapai, disertai bukti konkret berupa data dan fakta.
- Hambatan-hambatan
yang dihadapi, disertai penjelasan permasalahan.
2.
Laporan Insidental
Laporan insidental
adalah laporan yang perlu disampaikan, baik atas permintaan atasan maupun atas prakarsa bawahan sehubungan
dengan adanya kasus atau rnasalah tertentu. Atasan dapat meminta laporan kepada
bawahan untuk memperoleh informasi tentang suatu kejadian yang menyangkut
kedinasan dan memiliki dampak terhadap pelaksana program. Sebatiknya, tanpa
diminta atasan, bawahan wajib menyampaikan laporan kepada atasan jika
sewaktu-waktu mengalami kejadian tertentu sebagai informasi dan
pertanggungjawaban. Laporan insidental merupakan sarana komunikasi dua arah
untuk mencegah dan membatasi timbulnya akibat-akibat sampingan yang tidak
diinginkan.
3.
Laporan Statistik
Laporan statistik
adalah laporan yang baru digunakan jika data yang diolah cukup banyak, padahal
perkembangan peristiwa harus dapat diketahui secara cepat dan tepat Laporan
statitistik ini dibuat berdasarkan data–data rlil yang ada di lapangan, yang
kemudian dirumuskan sesuai dengan formula atau standar baku yang telah ditetapkan, sehingga didapatkan hasil yang valid. Biasanya, laporan statistik digunakan dalam setiap pengambilan keputusan dan laporan pertanggungjawaban.
kemudian dirumuskan sesuai dengan formula atau standar baku yang telah ditetapkan, sehingga didapatkan hasil yang valid. Biasanya, laporan statistik digunakan dalam setiap pengambilan keputusan dan laporan pertanggungjawaban.
d.
Laporan Berdasarkan Maksud
Berdasarkan
niaksudnya, laporan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu laporan informatif,
laporan eksamisional, dan laporan analitis,
1.
Laporan Informatif
Laporan informatif
adalah laporan yang memberikan sekadar gambaran inforrnasi mengenai suatu
keadaan agar pimpinan dapat mengikuti perkembangan yang terjadi.
2.
Laporan Eksaminasional
Laporan
eksaminasional adalah laporan yang selain memberikan informasi, juga
menyertakan pendapat mengenai latar belakang informasi itu.
3.
Laporan Analitis
Laporan analitis
adalah laporan yang memuat sumbangan pikiran, yaitu pendapat dan saran atas
dasar analisis yang mendalam terhadap masalah yang dilaporkan.
e.
Laporan Berdasarkan Ruang LIngkup
Berdasarkan ruang
lingkupnya, laporan dibagi menjadi dua jenis, yaitu laporan urnum dan laporan
khusus.
1.
Laporan Umum
Laporan urnum adalah
laporan yang memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai masalah. Mengingat
luasnya masalah, biasanya jenis laporan ini hanya memuat garls-garis besarnya.
Laporan umum ini dipakai dalam setiap awal presentasi dan biasanya berisi
pernyataan-pernyataan yang mengundang bahan pertanyaan atau isu–isu menarik
dari setiap anggota atau prang yang mendengar atau membacanya.
2.
Laporan khusus
Laporan khusus
adalah laporan yang memberikan gambaran secara terinci mengenai suatu hal yang
khusus. Contohnya adalah laporan pertanggungjawaban bulanan atau tahunan. Dalam
laporan khusus. data yang digunakan harus sangat valid dan bisa
dipertanggungjawabkan.
f. Laporan Berdasarkan Peristiwa
Berdasarkan
peristiwanya, laporan dibagi menjadi dua jenis, yaitu Laporan rutin dan laporan
aksidental.
1.Laporan
Rutin
Laporan rutin adalah
laporan yang memuat hal-hal yang biasanya dilaporkan sebagai masalah rutin,
balk berupa data maupun berita, Laporan ini wajib dilaporkan sesuai dengan
waktu atau hari yang telah ditentukan. Contoh sederhana yang termasuk dalam
laporan ini adalah taporan harian soles
2.
Laporan Aksidental
Laporan aksidental
adalah laporan yang memuat hal istimewa atau yang tidak biasa terjadi, Laporan
ini dibuat setelah adanya kejadran, kasus, atau masalah besar, seperti kasus
korupsi atau pen-curian_
g. Laporan Berdasarkan Keamanan Isi
Berdasarkan keamanan
isinya, laporan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu laporan biasa, laporan
rahasia, dan laporan sangat rahasia,
1.Laporan
Biasa
Laporan biasa adalah
laporan yang jika isinya diketahui oleh orang yang tidak berhak, tidak akan
memberi akibat buruk kepada organisasi. Contohnya laporan laba rugi perusahaan.
2.
Laporan Rahasia.
Laporan rahasia
adalah laporan yang sama sekali tidak boleti diketahui oleh orang lain yang
tidak berhak karena menyangkut nama baik seseorang, lembaga, atau menyangkut
rasa aman
lingkungan. Contohnya laporan keuangan bulanan yang memberikan informasi mengenai keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat dalarn rangka membuat
keputusan-keputusan ekonomi serta pertanggungjawaban manajemen alas penggunaan sumber-sumber daya yang di-percayakan kepada mereka.
lingkungan. Contohnya laporan keuangan bulanan yang memberikan informasi mengenai keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat dalarn rangka membuat
keputusan-keputusan ekonomi serta pertanggungjawaban manajemen alas penggunaan sumber-sumber daya yang di-percayakan kepada mereka.
3.
Laporan Sangat Rahasia
Laporan sangat
rahasia adalah laporan yang sama sekali tidak boleh diketahui isinya oleh orang
lain yang tidak berhak karena menyangkut keamanan negara atau masyarakat luas.
Contohnya laporan pengembangan teknologi produk baru yang akan dikeluarkan atau
diproduksi oleh perusahaan
h. Laporan Berdasarkan Kesempurnaan Isi
Berdasarkan kesempurnaan laporan dibagi menjadi dua jenis, yaitu laporan sementara dan laporan
akhir.
1..
Laporan Sementara
Laporan sementara
adalah laporan yang masih bersifat semen-tara, karena ada bahan (data atau
fakta} yang belum disertakan. Biasanya, jenis laporan ini dibuat karena alasan
tertentu agar laporan itu harus segera disampaikan kepada alasan atau pihak
yang berwenang untuk memberikan gambaran pendahuluan mengenai suatu masalah.
2.
Laporan Akhir
Laporan akhir adalah
laporan yang lengkap yang merupakan penyempurnaan dan laporan sementara.
Laporan akhir tidak hanya sempuma karena kepiawaian penyusunnya, tetapi juga
karena adanya kritik, saran, dan tanggapan dad pihak lain.
i. Laporan Berdasarkan Keresmiannya
Berdasarkan
kesempurnaan keresmiannya, laporan dibagi menjadi dua jenis, yaitu laporan
formal dan laporan nonformal.
1.Laporan
Formal
Laporan formal
adalah laporan resmi yang disiapkan dengan sungguh-sungguh oleh pelapor.
Laporan ini berisi pertanggungjawaban tugas yang diberikan kepadanya, lalu
disampaikan kepada si pemberi tugas secara resmi.
2.
Laporan Nonformal
Laporan nonformal
adalah jenis laporan yang dapat disampaikan secara lisan dalam situasi yang
tidak resmi. Hal yang dilaporkan mungkin tidak iengkap. Oleh karena itu,
laporan nonformal selalu bersifat sementara.
j. Laporan Berdasarkan Waktu
Berdasarkan
waktunya, laporan dapat disampaikan secara periadik, yaitu harian, mingguan,
bulanan, triwulan, catur wulan, tahunan, dan lima tahunan, Laporan jenis ini
juga dapat disebut dengan laporan berkala atau laporan insidental.
1.Laporan
Harian
Laporan harian
berisi tentang prestasi dan hambatan yang dialami pada hari itu. Laporan jenis
ini panting diketahui oleh pimpinan untuk menentukan Iangkah pada ban
berikutnya,
2-
Laporan Mingguan
Laporan mingguan
biasanya disampaikan setiap akhir minggu untuk merekapitulasi jumlah hasil
kegiatan yang dihasilkan pegawai selama satu minggu. Bentuk laporan mingguan
biasanya cukup dengan surat, fon-nulia diagram, atau grafik.
3.
Laporan Bulanan
Laporan bulanan
berisi tentang kegiatan yang telah dicapai dan hambatan yang dialami selama
satu bulan. Dalam laporan bulanan biasanya dicantumkan rencana kegiatan pada
bulan berikutnya.
4.
Laporan Tahunan
Laporan tahunan u mu
mnya bens’ tentang keg latan suatu instansi selama satu tahun anggaran, like
kegiatan tersebut belum
selesal, diajukan lagi rencana perpanjangan kegiatan untuk tahun berikutnya. Setiap akhir tahun anggaran, pelaksanaan kegiatan selama satu tahun dilaporkan kepada atasan. Isinya perincian lengkap mengenai hasil yang dicapai, hambatan, serta dana yang digunakan.
selesal, diajukan lagi rencana perpanjangan kegiatan untuk tahun berikutnya. Setiap akhir tahun anggaran, pelaksanaan kegiatan selama satu tahun dilaporkan kepada atasan. Isinya perincian lengkap mengenai hasil yang dicapai, hambatan, serta dana yang digunakan.
5.
Laporan Lima Tahunan
Laporan lima tahunan
isinya sama dengan laporan tahunan. Laporan ini merupakan rangkuman laporan
tahun demi tahun selama lima tahun.
k. Laporan Berdasarkan Jumlah Penerima
Berdasarkan jumlah
penerimanya, laporan dibagi menjadi dua jenis, yaitu laporan terbatas dan
laporan tidak terbatas.
1,
Laporan Terbatas
Laporan terbatas
adalah laporan yang khusus ditujukan kepada seseorang atau beberapa prang.
2.
Laporan Tidak Terbatas
Laporan tidak terbatas
adalah laporan yang dapat dibaca atau ditujukan kepada banyak orang.
l. Laporan Berdasarkan Bentuk
Berdasarkan
bentuknya, laporan dibagi menjadi berbagai jenis berikut.
1.
Laporan Berbentuk Formulir Isian
Laporan berbentuk
formulir isian adalah laporan yang sudah memiliki bentuk baku berupa formulir,
sehingga penerima laporan dengan mucIah dapat membaca dan memahami keterangan
yang dimuat dalam formulir itu.
2.
Laporan Berbentuk Memorandum
Laporan berbentuk
memorandum adalah laporan yang hanya memuat pokok-pokoknya saja dan yang
diedarkan di kalangan terbatas atau intern.
3.
Laporan Berbentuk Ilustrasi
Laporan berbentuk
ilustrasi adalah bentuk laporan yang tidak banyak rnempergunakan kata-kata,
tetapi dapat memberikan informasi dengan jelas dan lengkap. Ilustrasi merupakan
lielengkap laporan berbentuk naskah. Yang dimaksud dengan ilustrasi adalah
potret, bagan, denah. peta, Label, grafik, kurva, dan diagram.
4
Laporan Berbentuk Artikel atau Risalah
Artikel berbentuk
risalah biasanya dipergunakan untuk melaporkan suatu pertemuan seperti diskusi,
rapat, dan seminar. Tujuan laporan ini utamanya sebagai pertanggungjawaban
penyelenggara.
5.
Laporan Berbentuk Surat
Laporan berbentuk
surat dibuat untuk penerima laporan yang hares segera mengetahui perkembangan
kegiatan agar dapat segera menentukan tindak lanjut.
6.
Laporan Berbentuk Naskah
Laporan berbentuk
naskah sedikitnya memiliki dua jenis, yaitu laporan penelitian dan laporan
ilmiah dalam Iingkungan pekerjaan.
7.
Laporan Berbentuk Buku
Laporan yang berbentuk
buku adalah laporan yang dicetak atau dijilid menjadi sebuah buku.
Laporan adalah bentuk penyajian fakta mengenai suatu berita, kegiatan, peristiwa, perjalanan, penelitian, dan sejenisnya yang disampaikan secara objektif.
Jenis-jenis dan contoh-contoh Laporan secara lengkap
Laporan kegiatan adalah penyajian fakta berbentuk kegiatan atau aktivitas yang telah dilaksanakan.
• Ada kegiatan atau aktivitas • Waktu dan tempat kegiatan
• Nama jenis kegiatan • Pelaksana kegiatan
Contoh:
Di musim kemarau seperti sekarang mi, para petani di Desa Larangan, Brebes, Jawa Tengah sibuk bertani bawang merah. Sawah yang tadinya ditanami padi, kini berganti ditanami bawang merah. Tanah sawah yang sudah mulai mengering dibuat gundukan dan parit melingkar untuk aliran air. Bibit bawang merah ditanam di tanah gundukan berukuran lebih kurang satu kali enam meter persegi panjang. Setiap hari para petani menyirami tanaman bawang merah dengan harapan hasilnya dapat diandalkan.
b. Laporan Peristiwa atau KejadianDi musim kemarau seperti sekarang mi, para petani di Desa Larangan, Brebes, Jawa Tengah sibuk bertani bawang merah. Sawah yang tadinya ditanami padi, kini berganti ditanami bawang merah. Tanah sawah yang sudah mulai mengering dibuat gundukan dan parit melingkar untuk aliran air. Bibit bawang merah ditanam di tanah gundukan berukuran lebih kurang satu kali enam meter persegi panjang. Setiap hari para petani menyirami tanaman bawang merah dengan harapan hasilnya dapat diandalkan.
Laporan peristiwa adalah penyajian fakta berbentuk peristiwa yang benar-benar terjadi.
• Ada peristiwa atau kejadian • Waktu dan tempat peristiwa
• Ada yang terlibat • Proses terjadinya peristiwa
Contoh:
Serangan sporadis mewaraai pelaksanaan pemilihaft umum di Afghanistan, 20 Agustus 2009. Sejumlah kekerasan dilaporkan di antaranya terjadi di tempat pemungutan suara di Kota Kandahar dan Ibukota Kabul. Serangan militan juga terjadi di Provinsi Baghlan. Para teroris menyerang dari berbagai arah. Baku tembak terjadi sejak pagi. Namun, sore hari musiih dapat didesak mundur. “Kami berhasil menewaskan 22 teroris,” ujar Muhamad Kabir Andarabi, Kepala Kepolisian Provinsi Baghlan (Media Indonesia. 21 Agustus 2009).
c. Laporan PerjalananSerangan sporadis mewaraai pelaksanaan pemilihaft umum di Afghanistan, 20 Agustus 2009. Sejumlah kekerasan dilaporkan di antaranya terjadi di tempat pemungutan suara di Kota Kandahar dan Ibukota Kabul. Serangan militan juga terjadi di Provinsi Baghlan. Para teroris menyerang dari berbagai arah. Baku tembak terjadi sejak pagi. Namun, sore hari musiih dapat didesak mundur. “Kami berhasil menewaskan 22 teroris,” ujar Muhamad Kabir Andarabi, Kepala Kepolisian Provinsi Baghlan (Media Indonesia. 21 Agustus 2009).
Laporan perjalanan adalah penyajian fakta berbentuk informasi tentang perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang.
• Seseorang atau kelompok yang melakukan perjalanan.
• Proses perjalanan.
• Ada informasi selama dalam perjalanan.
Contoh:
Setelah melihat-lihat keindahan alam di Brastagi, saya dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Parapat untuk menyaksikan Danau Toba. Sungguh luar biasa indah pemandangan Danau Toba. Namun, sangat disayangkan keindahan Danau Toba yang begitu menawan tidak didukung sarana dan prasarana yang memadai. Kapal yang digunakan terkesan apa adanya. Menurut informasi yang saya terima ternyata masyarakat di sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir tidak mau menerima investasi asing. Mereka menginginkan Danau Toba tetap alami.
Setelah satu hari berkeliling di Danau Toba dan Pulau Samosir, saya dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Kota Medan untuk melihat Istana Maimoen. Istana Maimoen juga kurang terawat dengan baik. Tampaknya, pemerintah Sumatra Utara masih kurang peduli terhadap perkembangan dunia pariwisata.
Tak terasa waktu sudah semakin sore. Saya dan rombongan segera meluncur ke Bandara Polonia untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.
Pesawat yang kami gunakan adalah Batavia Air. Kami baru tiba di Jakarta pada pukul 22.30 karena keberangkatan pesawat tertunda hampir dua jam. Namun, alhamdulillah kami selamat tiba di Jakarta.
d. Laporan Hasil Wawancara
Laporan hasil wawancara adalah laporan yang menjelaskan informasi tentang hasil wawancara dari narasumber.
• Ada narasumber dan pewawancara
• Ada simpulan jawaban hasil wawancara
Contoh:
Dari hasil wawancara dengan mantan Mendikbud tentang pelaksanaan praktik kerja industri siswa SMK dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Prakerin selama ini sudah cukup baik. Akan tetapi, masih bisa ditingkatkan lagi. Misalnya, dengan menjalin kerja sama antara sekolah dan DU/DI. Pihak sekolah dapat meminta bantuan DU/DI untuk mengadakan validasi kurikulum. Dalam hal ini, kompetensi yang dibutuhkan oleh DU/DI sudah dipersiapkan terlebih dahulu secara matang di sekolah. Dengan demikian, akan terjadi keterkaitan dan kesepadanan antara kebutuhan sekolah dan kebutuhan DU/DI.
e. Laporan DiskusiDari hasil wawancara dengan mantan Mendikbud tentang pelaksanaan praktik kerja industri siswa SMK dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Prakerin selama ini sudah cukup baik. Akan tetapi, masih bisa ditingkatkan lagi. Misalnya, dengan menjalin kerja sama antara sekolah dan DU/DI. Pihak sekolah dapat meminta bantuan DU/DI untuk mengadakan validasi kurikulum. Dalam hal ini, kompetensi yang dibutuhkan oleh DU/DI sudah dipersiapkan terlebih dahulu secara matang di sekolah. Dengan demikian, akan terjadi keterkaitan dan kesepadanan antara kebutuhan sekolah dan kebutuhan DU/DI.
Laporan diskusi adalah laporan yang menjelaskan informasi tentang hasil diskusi. Laporan diskusi biasanya dalam bentuk notula atau notulen.
• Ada kegiatan diskusi
• Ada topik dan tujuan diskusi
• Ada rumusan hasil diskusi
Contoh:
Tema diskusi : Kebersihan kelas
Hari,tgl. : Selasa, 4 Agustus 2009
Pukul : 09.00-10.00
Tujuan : Menanggulangi masalah kebersihan kelas
Permasalahan:
(1) Tidak semua siswa memiliki kesadaran membuang sampan di tempat yang telah disediakan.
(2) Petugas 7 K belum berjalan sesuai fungsinya.
Pemecahan Masalah:
(1) Untuk mengatasi kebersihan kelas diperlukan kesadaran
para siswa untuk membuang sampah pada tempatnya.(2) Diperlukan bimbingan dan pengawasan dari guru untuk mengefektifkan pelaksanaan 7K
(3) Siswa yang membuang sampah tidak pada tempatnya hams dikenai sanksi yang bersifat mendidik:
(4) Diperlukan figur pengurus kelas yang berwibawa, tegas, dan peduli untuk menegakkan kebersihan kelas.
F. Laporan Buku atau Resensi
Laporan buku adalah laporan yang menjelaskan tentang baik atau buruknya sebuah buku namun tidak bersifat menghakimi seperti kritik. Dalam laporan ini penulis boleh mengutip beberapa bagian dari buku tersebut sebagai penguat atas pendapatnya.
(1) Ada buku yang diresensi
(2) Mengemukakan isi buku secara objektif
(3) Memberi komentar terhadap isi buku tersebut
Contoh:
Di dalam buku ini dijelaskan berbagai pendapat tentang senyum, “Apa Kata Mereka Tentang Senyum.” Senyum bagaikan sihir karena senyum dapat menanamkan rasa optimis di dalam jiwa, menyingkirkan kegelisahan, menyusupkan kebahagiaan dan menyegarkan jiwa. Hikmah Thailand mengemukakan bahwa senyum adalah jalan pintas bagimu untuk sampai lubuk hati orang lain. Sementara itu William S. berpendapat bahwa “Lebih baik engkau menembus jalan dengan senyuman daripada engkau menembuskannya dengan pedang” (him. 21).
Semakin banyak pendapat tentang senyum semakin lengkap pula penjelasan tentang senyum itu sendiri. Mungkin itu pendapat penulis buku ini. Namun, sangat disayangkan pendapat tentang senyum ini terlalu banyak mewarnai buku ini bahkan lebih dari setengah dari buku (him. 21 — 83) sehingga agak sedikit membosankan. Akan tetapi, karena bahasanya tidak berbelit-belit dan lugas maka buku ini tetap enak untuk dibaca. Selain itu, orang yang membaca buku ini tentu akan mawas diri.
G. Laporan PenelitianDi dalam buku ini dijelaskan berbagai pendapat tentang senyum, “Apa Kata Mereka Tentang Senyum.” Senyum bagaikan sihir karena senyum dapat menanamkan rasa optimis di dalam jiwa, menyingkirkan kegelisahan, menyusupkan kebahagiaan dan menyegarkan jiwa. Hikmah Thailand mengemukakan bahwa senyum adalah jalan pintas bagimu untuk sampai lubuk hati orang lain. Sementara itu William S. berpendapat bahwa “Lebih baik engkau menembus jalan dengan senyuman daripada engkau menembuskannya dengan pedang” (him. 21).
Semakin banyak pendapat tentang senyum semakin lengkap pula penjelasan tentang senyum itu sendiri. Mungkin itu pendapat penulis buku ini. Namun, sangat disayangkan pendapat tentang senyum ini terlalu banyak mewarnai buku ini bahkan lebih dari setengah dari buku (him. 21 — 83) sehingga agak sedikit membosankan. Akan tetapi, karena bahasanya tidak berbelit-belit dan lugas maka buku ini tetap enak untuk dibaca. Selain itu, orang yang membaca buku ini tentu akan mawas diri.
Laporan penelitian adalah laporan yang menjelaskan tentang hasil penelitian, baik yang berbehtuk pengamatan, percobaan di laboratorium maupun studi pustaka. Sistematika laporan penelitian umumnya berbentuk seperti berikut.
(1) Halaman sampul
(2) Halaman judul
(3) Abstrak
(4) Kata pengantar
(5) Daftar isi
(6) Pendahuluan
(7) Kerangka teoritis
(8) Metode penelitian
(9) Pembahasan
(10) Simpulan dan saran
(11) Daftar pustaka
Soal
1. Perhatikan kutipan laporan
berikut!
Belasan wisatawan Pantai Teluk
Penyu, Cilacap, Jateng, mengalami luka bakar akibat Kapal Motor (KM) Bangkit 01
yang mereka tumpangi meledak. Meledaknya KM Bangkit 01 terjadi sekitar pukul
10.15 WIB pada Jumat, 23 Desember 2011. Berdasarkan informasi yang kami himpun,
peristiwa terjadi ketika KM Bangkit 01 ini hendak berangkat mengantar wisatawan
yang akan menyaksikan prosesi larung sesaji (rangkaian ritual sedekah
laut di Pantai Teluk Penyu) di Pulau Majeti sebelah selatan Pulau Nusakambangan.
Sumber: Warta Jateng, Sabtu,
24 Desember 2011
Laporan di atas termasuk jenis
laporan …
A.
kunjungan C. perjalanan
B.
peristiwa
D. pengamatan E. kegiatan
2. Laporan berikut
yang merupakan laporan pengamatan adalah ...
A. Pada Jumat, 23
Desember 2011, kegelapan melanda sebagian wilayah Kota Solo akibat padamnya
lampu-lampu penerangan jalan. Kegelapan ditemui antara lain di sebagian Jalan
Slamet Riyadi, sebagian Jalan Adi Sucipto, Manahan, tepatnya di sekitar
Mapolres Solo, dan sebagian Jalan Bhayangkara.
B. Sempat
dinyatakan hilang di Gunung Lawu, Muhammad Ardian, mahasiswa Universitas
Sebelas Maret (UNS) Solo, akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah tidak
bernyawa. Mahasiswa tersebut ditemukan di Hargo Pusoro, salah satu puncak
Gunung Lawu.
C. Kami berangkat
menuju Panggung Krapyak, Yogyakarta pukul 09.00 WIB. Setelah menempuh
perjalanan hampir 2 jam kami tiba di objek wisata tersebut. Kemudian, kami
mengelilingi bangunan tersebut. Bangunan tersebut berbentuk persegi empat
dengan luas 17,6 x 15 m, dindingnya terbuat dari bata merah yang dilapisi semen
car Berta disusun setinggi 10 m. Bangunan ini memiliki empat ruang dan lorong
yang menghubungkan setiap sisi pintu.
D. Perjalanan ke
Yogyakarta, kami mulai dari Semarang pukul 06.00 WIB melalui jalur Selo,
Boyolali. Tujuan pertama kami adalah ke candi Borobudur. Setelah melalui
Boyolali, lalu kami naik menuju jalur Selo. Kemudian, kami melalui objek wisata
Ketep Pass. Dari Ketep Pass ini kami dapat melihat keindahan Gunung Merapi dari
dekat. Di sang tampak bekas letusan Gunung Merapi. Setelah itu, kami menuju
arch Muntilan tempat candi Borobudur berada. Setelah dari candi Borobudur, kami
langsung menuju Malioboro, Yogyakarta.
E. Siswa-siswi SMK
Pusaka mengadakan kegiatan pasar murah dan pentas seni di Desa Sambirejo.
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah menghibur masyarakat yang terkena bencana
tanah longsor, Kamis, 22 Desember 2011 yang lalu. Kegiatan tersebut dimulai
pukul 08.00 sampai pukul 15.00. Masyarakat terlihat antusias dalam mengikuti
acara tersebut.
3. Laporan
akan mudah dibaca dan dipelajari oleh penerima laporan. Hal tersebut
menunjukkan bahwa penyusunan laporan tersebut memenuhi syarat laporan dlihat dari
segi….
a.
Jelas dan sistematis
b.
Tepat waktu dan objektif
c.
Tepat waktu dan sistematis
d.
Benar dan objektif
e.
Tepat waktu dan benarawwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwsrgetcvtrxvtxcg5cccccc6t555555555555555555555555ggggg
4.
Bacalah kutipan laporan di bawah ini untuk menjawab soal no. 4 dan no. 5!
Pada
hari kedua ini kami memulai perjalanan dari hotel menuju ke tempat pementasan
tari barong. Di sana selain Tari Barong ada juga tari Keris. Tari Keris
merupakan tari tradisional khas bali.
Selanjutnya
kami melanjutkan perjalanan ke tempat oleh – oleh yaitu toko ”oleh – oleh khas
bali” yang terletak didepan tempat pementasan tari Barong. Disana terdapat
makanan dan souvenir khas Bali.
5.
Dilihat dari segi penyampaian laporan, kutipan di atas termasuk
laporan….
a.
formal d.persuasi
b.
ekposisi e.narasi
c.
informal
6.
Di bawah ini yang tergolong laporan berupa fakta adalah….
a.
Di Bandara Ngurah Rai pesawat Lion
Air tergelincir ke pinggir laut
b.
Kapan Bapak ke luar negeri?
c.
Tahun 2013 akan dilakasanaka Pemilihan Gubernur di Bali.
d.
Kita diharapkan berperan aktif untuk menjaga kelestarian
lingkungan.
e.
Dalam menghadapi ujian nasionl, siswa dianjurkan untuk giat
sembahyang.
7.
Bagian isi atau pokok
laporan hasil penilitian terdiri atas ....
a. pendahuluan, tinjauan teoretis, hasil penb telitian,dan
kesimpulan
b. penutup, kesimpulan, dan saran-saran
c. judul, pengesahan, kata pengantar, dan penutup
d. daftar pustaka, lampiran, dan riwayat hidup
e. pendahuluan,
lampiran, dan daftar pustaka
8.
Untuk pengembangan bakat minat siswa di
bidang seni, OSIS membuat wadah untuk berlatih band. Kegiatan ini diadakan
seminggu sekali dengan mendatangkan pelatih dari luar. Latihan band di samping
diadakan di sekolah, juga sesekali dilakukan di studio. Melalui latihan rutin
itu, tampak ada kemajuan yang signifikan. Hal ini dapat kita lihat dari
penampilan band kita di pentas seni tutup tahun yang mendapat sambutan begitu
meriah. Prestasi yang lebih nyata kita tunjukkan dari kejuaraan band antar-SMK
baru-baru ini. Dalam lomba tersebut, kita mendapat juara pertama, tropi bupati
dan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 2 juta.
Penggalan laporan di atas berisi tentang.....
a. latar belakang masalah d. lomba band antar-SMK
b. rumusan tujuan e.
hadiah kejuaraan band
c.
pelaksanaan program
9.
Di Sulawesi Selatan, kami mengunjungi
Benteng Port Roterdam, makam Diponegoro, makam Sultan Hasanuddin, dan menikmati
suasana malam sepanjang Pantai Losari, Ujung Pandang. Kunjungan ke objek-objek
wisata daerah itu selalu mendapat kesan. Tidak jarang para peserta safari
berdecak kagum. Dari situlah diharapkan rasa cinta tanah air bisa tumbuh.
Penggalan wacana di atas merupakan bagian dari jenis
laporan
a. praktik kerja c.
karyawisata
b. wawancara d.
perjalanan e. seminar
10. Sekolah
dengan segenap sivitasnya telah berusaha maksimal untuk membekali siswa dengan
berbagai pengetahuan, keterampilan,dan sikap sesuai dengan standar kompetensi
yang digariskan oleh kurikulum. Akan tetapi, dunia sekolah tetap berbeda dengan
dunia kerja. Kesenjangan (gap) antara dunia sekolah dan dunia kerja
tetap saja ada mengingat tidak semua aspek pengetahuan, keterampilan,
dan sikap yang dituntut di dunia kerja dapat
diajarkan, dialami,atau dipraktikkan di sekolah. Oleh karena itu, praktik kerja
industri (prakerin), dalam bentuk penerjunan siswa ke dunia industri/usaha
merupakan hal yang mutlak diperlukan.
Penggalan laporan di atas berisi tentang
a. penyelarasan antara sekolah dan industri
b. metode perolehan data dalam prakerin
c. latar belakang pelaksanaan prakerin
d. sistematika laporan prakerin
e.
pendekatan dalam menyelesaikan masalah prakerin